Dua kisah migrasi. Pada bagian pertama, setelah bencana bendungan limbah tambang membanjiri kampung halamannya, pekerja pedesaan Joana (55) pindah ke São Paulo untuk menemui saudara perempuannya, Tania, yang tinggal bersama cucunya, Jaime. Joana memasuki dunia ketidakamanan, menanggapi lamaran pekerjaan sebagai petugas kebersihan rumah. Ia menjalin ikatan dengan rekan-rekannya, dan perjuangan mereka untuk kondisi yang lebih baik memberi Joana makna baru dalam hidupnya. Hubungannya dengan Jaime muda membangkitkan kembali kenangan lama. Pada bagian kedua, setelah kematian ayahnya yang terasing, Flavia (32) pindah ke pertaniannya bersama istrinya, Mara. Pasangan itu mengalami guncangan realitas ketika menghadapi kerasnya kehidupan pedesaan. Kontak dengan rumah yang ditinggalkan mengungkapkan kepada Flavia aspek-aspek yang tidak diketahui tentang ayahnya. Ia mulai curiga bahwa ada sesuatu yang supernatural di hutan.


